UI, dari "Buku, Pesta dan Cinta" menuju Kawah Candradimuka
Adhi Azfar, ST, ME (Alumni UI)
S'mangat Lincah Gembira
Buku Pesta dan Cinta
Itulah Hidup Kami
Mahasiswa
Itu salah satu lirik lagu Genderang UI (Universitas Indonesia) yang dinyanyikan sejak era kemerdekaan hingga tahun 1960an.
Lirik lagu Genderang UI tersebut mengalami perubahan sekitar tahun 1964, sebagaimana yang sering diperdengarkan sampai saat ini. Begini liriknya.
Universitas Indonesia
Universitas kami
Ibukota Negara
Pusat ilmu budaya bangsa
Kami mahasiswa
Pengabdi cita
Ngejar ilmu pekerti luhur
Tuk nusa dan bangsa
S’mangat lincah gembira
Sadar kan tugas mulia
Bersatu dalam karya
Mahasiswa
.....
Dalam lagu Genderang UI yang baru tersebut, tak ada lagi bait tentang Buku, Pesta dan Cinta.
Slogan Buku, Pesta, dan Cinta ini sangat populer di kalangan mahasiswa UI sejak era tahun 60-an. Melekat dengan tokohnya, Soe Hok-gie, dalam sebuah karya tentang "Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya."
Pada waktu itu kehidupan kemahasiswaan sangat diwarnai oleh semangat kebebasan. Itulah mengapa motto "Buku, Pesta dan Cinta" ini cenderung bersifat hedonis. Apalagi bila ditelusuri lebih dalam, implementasi Buku, Pesta dan Cinta ini menjadi inspirasi bagi Ong Hok Ham, sejarawan yang ditulis wikipedia sebagai penggila pesta dan peduli pada kaum homoseksual (SP Wardhana, Veven, "Onze Ong, Bukan Onzin Ong", Koran KOMPAS, Minggu, 13 Januari 2008, hal. 11).
Dengan meninggalkan narasi "Buku, Pesta dan Cinta," dan mengubahnya menjadi motto "Sadar akan tugas mulia," UI diharapkan menjadi benteng penjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Bertransformasi dari paradigma liberal yang menerabas norma-norma Pancasila, menjadi kampus yang menghormati norma ketuhanan dan budaya ketimuran.
Perubahan slogan itu pun terjadi berdekatan dengan momentum kesaktian Pancasila atas keganasan PKI tahun 1965. Saat itu, adalah waktu yang tepat bagi UI untuk mereposisi diri.
Kini, tahun 2020. Pertempuran ideologi liberal terus berhadapan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Berita tentang Materi Sexual Consent dalam PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) UI menyeruak ke permukaan. Publik terhentak.
Materi sexual consent ini mengambil rujukan dari RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sangat kontroversial dan belum disahkan oleh DPR-RI.
Isu ini justru mencuat ditengah kelelahan masyarakat menghadapi pandemi dan resesi ekonomi. Situasi yang seharusnya dioptimalkan salah satu kampus terbaik di negeri ini untuk menghasilkan invensi dan inovasi, memecah kebuntuan pemerintah yang masih kesulitan mengendalikan wabah covid-19. Publik pasti berharap, UI tampil sebagai leader bagi para peneliti lewat riset-riset terbaiknya.
Mengembalikan kampus sebagai Kawah Candradimuka, tempat penggemblengan yang memacu proses berinovasi. Ini tantangan yang tidak mudah bagi UI. Dalam Epik Mahabharata, Kawah Candradimuka adalah kawah tempat para dewa merebus Gatotkaca sampai jadi bak bertulang besi, berotot kawat, dan kebal terhadap segala senjata, bahkan dapat terbang tinggi. #

Komentar
Posting Komentar