Postingan

Terjerat Hutang Akibat Politik Pencitraan

Adhi Azfar  Center of Development Studies Ini belum cerita tentang hutang pemerintah ke luar negeri. Ini hanya bicara tentang hutang pemerintah ke BUMN-nya sendiri. Ibarat hutang ayah kepada anaknya. Kalau hutang itu tak dibayar, itu anak bisa mati. Begitulah kira-kira. Sepanjang Juni 2020 ini DPR-RI telah beberapa kali menggelar Rapat bersama Pemerintah membahas hutang Pemerintah ke BUMN. Salah satunya hutang ke Pertamina. Angkanya sudah menembus Rp113 triliun. Ini lebih dari 5 persen dibanding postur penerimaan APBN 2020 yang sejumlah Rp2.233 triliun. Publik perlu diingatkan bahwa kesalahan kebijakan dapat memunculkan efek domino. Berakibat munculnya persoalan yang lebih besar. Ini yang  sedang kita saksikan sekarang. Hutang ke Pertamina itu berasal dari hutang subsidi BBM, yang terjadi akibat politik pencitraan Era Jokowi 2018 yang tidak menyesuaikan harga BBM saat itu, ketika harga minyak dunia melonjak dan kurs rupiah melemah. Alur kasusnya begini. Karena pemerintah memai...

UI, dari "Buku, Pesta dan Cinta" menuju Kawah Candradimuka

Gambar
Adhi Azfar, ST, ME  (Alumni UI)  S'mangat Lincah Gembira Buku Pesta dan Cinta Itulah Hidup Kami Mahasiswa Itu salah satu lirik lagu Genderang UI (Universitas Indonesia) yang dinyanyikan sejak era kemerdekaan hingga tahun 1960an. Lirik lagu Genderang UI tersebut mengalami perubahan sekitar tahun 1964, sebagaimana yang sering diperdengarkan sampai saat ini. Begini liriknya. Universitas Indonesia Universitas kami Ibukota Negara Pusat ilmu budaya bangsa Kami mahasiswa Pengabdi cita Ngejar ilmu pekerti luhur Tuk nusa dan bangsa S’mangat lincah gembira Sadar kan tugas mulia Bersatu dalam karya Mahasiswa ..... Dalam lagu Genderang UI yang baru tersebut, tak ada lagi bait tentang Buku, Pesta dan Cinta. Slogan Buku, Pesta, dan Cinta ini sangat populer di kalangan mahasiswa UI sejak era tahun 60-an. Melekat dengan tokohnya, Soe Hok-gie, dalam sebuah karya tentang "Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya." Pada waktu itu kehidupan kemahasiswaan sangat diwarnai oleh semangat kebebasa...

Sumbar dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Gambar
Adhi Azfar  (Orang Sumbar) Karena kecintaan jo kampuang halaman, sedikit oret-oretan saya, Orang Sumbar. Media hari ini.  Bariak tando tak dalam, bakucak tando tak panuah (Dia mengaku benar dan pandai, tetapi kenyataannya justru sebaliknya). Lagi-lagi Sumbar (Sumatera Barat). Sebelumnya ada persoalan aplikasi Injil Bahasa Minang, istilah kadrun dan tuduhan orang Sumbar terkebelakang. Sekarang muncul sebutan Sumbar tidak Pancasilais. Apapun itu, Sumbar kini jadi perbincangan hangat ditengah publik. Tak hanya soal politik ternyata, Sumbar juga jadi prototipe kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan. Sepanjang 10 tahun terakhir, Sumbar berkembang menjadi provinsi yang memprioritaskan pedagang kecil tradisional. Tidak ada satupun gerai alfamart, indomart, lawson, 7 eleven dan retail-retail raksasa di Sumbar.  Apakah tidak ada toko modern, ber-AC, tertata rapi, dan barang lengkap seperti toserba dan minimarket di Sumbar? Ada. Gerai minimarket tetap ada dan dikelola orang Minang...

RUU Cipta Kerja Disahkan, Selamat Berpesta Kapitalis Asing

Gambar
RUU Cipta Kerja Disahkan, Selamat Berpesta Kapitalis Asing Adhi Azfar Center of Development Studies Bukan lagi mengucapkan "Selamat Datang," karena kapitalis asing sudah lama hadir menguasai kekayaan alam Indonesia. Dengan disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja, mereka kini sedang mempersiapkan "selametan" pesta besar. Masuk ke tanah air makin merajalela. Pasal yang sangat krusial yang membuka pintu masuk kepentingan asing ada di pasal 38, perubahan UU Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimana RUU Cipta Kerja ini memberikan kemudahan bagi orang asing meski bukan pelaku usaha di KEK.  Bukan sekedar kemudahan, RUU Cipta Kerja ini bahkan memberikan fasilitas imigrasi dan keamanan bagi pendatang asing tersebut untuk masuk ke Indonesia melalui Kawasan Ekonomi Khusus. Padahal di UU eksisting (UU No.39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus), fasilitas hanya diberikan kepada pelaku usaha yang memiliki izin usaha di KEK, baik di bidang perindustrian maupun perdagangan. Tanpa...

Dinahkodai Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta Memperoleh Puluhan Penghargaan.

Gambar
Baru-baru ini DKI Jakarta menerima anugerah 'Honorable Mention' saat malam penganugerahan STA 2020 yang berlangsung di Walter E. Washington Convention Center, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/1/2020). Dilansir laman resmi Pemprov DKI, anugerah tersebut diberikan atas penilaian Jakarta berhasil mengembangkan sistem Bus Rapid Transit (BRT), Transjakarta hingga menaikkan jumlah penumpang sampai 200 persen dalam waktu kurang dari 3 tahun. Tidak hanya itu, sejak dinahkodai Anies Baswedan, Pemprov DKI berhasil mengkoleksi puluhan penghargaan dari berbagai lembaga pemerintah. Mulai dari yang paling membanggakan dimana pada tahun ini Pemprov DKI berhasil memperoleh opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) atas laporan keuangan tahun 2017 setelah empat tahun puasa akan opini tersebut. Selanjutnya, pada aspek pemberantasan korupsi, dimana Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan tiga penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah dengan Penerapan Laporan Harta Kek...

INDONESIA, Sang Pendamai Lautan Dunia

Gambar
INDONESIA, SANG PENDAMAI LAUTAN DUNIA SEDANG TERUSIK   Jika bukan karena Indonesia, mungkin saat ini banyak negara – negara kepulauan yang bersitegang. Tentunya hal ini sangat berbahaya. Tetapi begitulah peraturan internasional di masa lalu. Tiap Negara hanya menguasai laut 12 mil di sekeliling pulaunya dan diluar dari itu adalah wilayah internasional yang dapat dilalui oleh siapa saja.   Peraturan lama tersebut tentu sangat merugikan negara yang memiliki banyak pulau, salah satu adalah Indonesia, karena kapal perang asing akan bebas berlayar di lautan antara Jawa dan Kalimantan, Kalimantan dan Sulawesi, dan sebagainya, sebab tanah Indonesia dipisah oleh lautan internasional. Sejak saat itu para diplomat dan pejabat Indonesia mengetahui betapa bahayanya jika tanah Indonesia dipisah oleh lautan internasional, sebagaimana peraturan yang berlaku pada kala itu.   Dan akhirnya, dengan perhitungan dan pemikiran yang panjang Indonesia membuat deklaras...