Terjerat Hutang Akibat Politik Pencitraan
Adhi Azfar Center of Development Studies Ini belum cerita tentang hutang pemerintah ke luar negeri. Ini hanya bicara tentang hutang pemerintah ke BUMN-nya sendiri. Ibarat hutang ayah kepada anaknya. Kalau hutang itu tak dibayar, itu anak bisa mati. Begitulah kira-kira. Sepanjang Juni 2020 ini DPR-RI telah beberapa kali menggelar Rapat bersama Pemerintah membahas hutang Pemerintah ke BUMN. Salah satunya hutang ke Pertamina. Angkanya sudah menembus Rp113 triliun. Ini lebih dari 5 persen dibanding postur penerimaan APBN 2020 yang sejumlah Rp2.233 triliun. Publik perlu diingatkan bahwa kesalahan kebijakan dapat memunculkan efek domino. Berakibat munculnya persoalan yang lebih besar. Ini yang sedang kita saksikan sekarang. Hutang ke Pertamina itu berasal dari hutang subsidi BBM, yang terjadi akibat politik pencitraan Era Jokowi 2018 yang tidak menyesuaikan harga BBM saat itu, ketika harga minyak dunia melonjak dan kurs rupiah melemah. Alur kasusnya begini. Karena pemerintah memai...